Kamis, 08 Oktober 2015

Masih Adakah Bhineka Tunggal Ika ?

Apa kata yang terlintas yang menggambarkan kondisi Indonesia saat ini di pikiran kita? Saat pertanyaan itu muncul, yang terlintas dalam benak saya adalah rasisBelakangan ini banyak peristiwa yang bermula dari sebuah perbedaan. Dari perbedaan pendapat, keyakinan, daerah, ras dan segala macam. Saling ejek dimana-mana, menganggap dirinya lah yang paling benar. Merasa menjadi pribadi yang congkak. Merasa menjadi individu-individu yang sekaan setara dengan Sang Maha Pencipta.

Yaa  benar, saat ini kondisi Indonesia sangat kacau. Kacau yang sekacau-kacaunya. Indonesia ibarat sebuah tong kosong. Tong yang ketika diketuk sedikit nyaring bunyinya. Sama persis dengan orang-orang negara ini, ketika terjadi gesekan sedikit menimbulkan perkara yang sangat besar. Orang-orang di negara ini sangat pintar berbicara tanpa ada aksi, seperti tong tadi yang nyaring bunyinya tapi isinya kosong. Apa yang salah dengan Indonesia? Apa yang salah dengan orang-orang didalamnya? Semboyan Bhineka Tunggal Ika yang didengungkan leluhur sudah mulai hilang nampaknya. Pelajaran yang dipelajari saat SD tentang gotong royong  dilupakan dengan mudahnya.

Indonesia lahir atas nama sebuah perbedaan. Perbedaan agama, ras, bahasa dan macam-macam. Perbedaan ini yang membuat negara ini menjadi kuat. Perbedaanlah yang membuatnya saling merekat satu sama lain. Saatnya saling menghargai perbedaan. Hilangkan minoritas dan mayoritas, bersatulah dalam harmoni nan indah. Kembalilah menjadi "Persatuan Indonesia". Bersatu dalam sebuah perbedaan. Saatnya bangun dalam tidur panjang. Saatnya menyusun kepingan yang bercerai-berai. Sudah saatnya terbang mengepakkan sayap membangun bersama. Sudah saatnya-lah Bhineka Tunggal Ika berdiri tegak. Berdiri bersama Berbeda-beda Tapi Satu Jua. Tegakkanlah secara bersama-sama, karena saya, kamu, dia, mereka, kita adalah Indonesia.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar